Menguatkan Kepedulian Sosial di Bulan Suci: Dzuhur Berjamaah dan Tausiyah Ramadan Hari Ke-12 di Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam

Subulussalam, 02 Maret 2026
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus memperkuat pembinaan rohani aparatur, keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam kembali melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah yang dirangkaikan dengan ceramah agama pada Senin, 2 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-12 Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program tausiyah Ramadan yang secara rutin dilaksanakan selama bulan suci di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam.
Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah berlangsung dengan khusyuk di mushalla kantor dan diikuti oleh pimpinan, para Hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur. Kegiatan ibadah bersama ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarpegawai dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
Usai pelaksanaan sholat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam, Bapak Nizar, S.Ag., dengan moderator Nazmi Azhari, S.Kom. Pada kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema tentang “Korelasi Ibadah Puasa dengan Kehidupan Sosial.”
Dalam pemaparannya, Bapak Nizar, S.Ag. menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya memiliki dimensi spiritual antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Puasa mengajarkan umat Islam untuk merasakan secara langsung kondisi orang-orang yang kurang mampu, sehingga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama.
Beliau menyampaikan bahwa ketika seseorang menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, ia diingatkan akan kondisi saudara-saudara yang setiap hari hidup dalam keterbatasan. Dari pengalaman tersebut lahir kesadaran untuk lebih banyak berbagi, membantu sesama, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui berbagai bentuk amal kebaikan seperti sedekah, infak, dan kegiatan sosial lainnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa nilai-nilai sosial yang terkandung dalam ibadah puasa juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja. Sebagai aparatur peradilan, seluruh pegawai diharapkan mampu menunjukkan sikap saling menghargai, saling membantu, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan rekan kerja maupun masyarakat yang datang mencari keadilan.
Moderator Nazmi Azhari, S.Kom. memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan komunikatif sehingga ceramah berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh perhatian. Para peserta tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, karena tema yang diangkat sangat relevan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi salah satu nilai utama dalam bulan suci Ramadan.
Kegiatan tausiyah ini menjadi bagian penting dari upaya Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam dalam membangun lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berintegritas. Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama Ramadan, diharapkan seluruh aparatur dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa, dilimpahi keberkahan dalam setiap aktivitas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam ibadah Ramadan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan. (d)
